SEMINAR DAN TOT TAFHIMUL QURAN METODE MANHAJI
Kerja Sama FAI UMS dan Majelis Tablig PWM Jateng
Al-Qur’an adalah ruh dan sumber tenaga hati. Siapa yang kehilangan
al-Qur’an, ia kehilangan peluang besar untuk hidup secara hakiki, kehilangan
kesempatan menikmati kebahagiaan, keridaan, dan surga dunia. Al-Qur’an bukan
lembaran-lembaran teori. Ia tidak akan mewujudkan dalam kenyataan jika kita
tidak bersungguh-sungguh memetik manfaatnya.
Oleh karena itu, belajar dan mengajarkan al-Qur’an menjadi hal
utama. Belajar al-Qur’an merupakan sarana menyingkap “misteri” keagungannya.
Melalui hal tersebut, al-Qur’an mewujud dalam mukjizat besar sepanjang sejarah
kehidupan umat manusia.
Muhammmadiyah
sebagai organisasi sosial kemasyarakat yang senantiasa ingin kembali ke Qur’an
dan Sunnah dalam setiap geraknya mempunyai tanggungjawab menyingkap hal
tersebut. Melalui pengkajian yang memadai maka Muhammadiyah akan meneguhkan
kesejatian sebagai gerakan pembaruan.
Dalam ranka peningkatan
pemahaman terhadap Al-Quran untuk aktivis dakwah Muhammadiyah, pada tanggal 21-23
November 2014 Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta bekerja
sama dengan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menyelenggarakan
seminar dan Training of Trainer tafhimul Quran metode manhaji di Asrama haji
Donohudan Boyolali.
Seminar dan TOT ini
bertjuan menyiapkan kader Muhammadiyah khususnya Majelis Tablig untuk menjadi pelatih
dalam tafhimul-quran dnegan metode manhaji di setiap daerah.
Kegiatan ini diikuti oleh
50 peserta yang berasal dari anggota Majelis Tablig se jawa Tengah dan Dosen
Fakultas Agama Islam UMS. Jumlah peserta ini kurang dari target sebelumnya 100
orang. Hal ini disebabkan sejumlah PDM Majelis Tablig sudah terlebih dahulu
menyelenggarakan TOT sejenis di daerahnya masing-masing.
Tema seminar kali adalah “Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan Berbasis
al-Qur’an dan Sunnah” dengan pembicara
Dr. M. Abdul Fattah Santoso (Dekan FAI UMS sekaligus Ketua PWM Jawa Tengah
2010-2015) dan Ari Anshori, M.Ag., (Ketua PWM Jawa Tengah).
Sedangkan narasumber TOT
dari unsur Pimpinan Pusat Majelis Tablig adalah dr. Agus Sukoco dan Zaini Munir,
M.Ag.. nara sumber utama TOT adalah penemu metode Manhaji yaitu M. Anas Adnan
Lc. M.Ag. dari Surabaya.(mj123)